TERJEMAH KITAB RISALAH AL MUAWWANAH FASAL 1-6

November092013


books.gif

Kitab ini adalah KITAB TUNTUNAN AKHLAK terjemahan dari kitab asli yang berjudul “RISALAH AL MUAWWANAH” karya AL IMAM QUTBIL IRSYAD WA GHAUTSIL IBAD WAL BILAD ALHABIB ABDULLOH BIN ALWI ALHADDAD yang terdiri dari 20 fasal. semoga dapat kita jadikan tuntunan akhlak agar kita berakhlak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Adalah semata mata masih banyak kekurangan karena penulis masih dalam tahap belajar teriring niat tuk mengambil keberkahan dari IMAM HADDAD dan karya beliau ini...aamiin...!!

BEOGRAFI PENGARANG

Al - Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Shohibur Rotib
Nasab Al-habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Ahmad bin Abu Bakar bin Ahmad bin Abu Bakar bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Al Faqih Ahmad bin Abdurrahman bin Alwi'Ammil Faqih bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al- Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As- Shouma'ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al- Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja'far As- Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al- Husein. Rodiyallahu'Anhum Ajma'in.

Beliau dilahirkan pada malam senin 5 Shafar 1044 H / 1624 M di Subair, di pinggiran kota Tarim, Hadramaut, Yaman. Pada tahun kelahirannya, terjadi beberapa peristiwa, yaitu Wafat Habib Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim dan Sayyid Yusuf bin Al-Fasi ( murid Syekh Abu Bakar bin Salim ) dan terbunuhnya Sayyid Ba Jabhaban.

KEDUA ORANG TUA BELIAU

Sayyid Alwy bin Muhammad Al- Haddad, Ayah Syaikh Abdullah Al- Haddad dikenal sebagai seorang yang saleh. Lahir dan tumbuh di kota Tarim, Sayyid Alwy, sejak kecil berada di bawah asuhan ibunya Syarifah Salwa, yang dikenal sebagai wanita ahli ma'rifah dan wilayah. Bahkan Al- Habib Abdullah bin Alwy Al- Haddad sendiri banyak meriwayatkan kekeramatannya. Kakek Al-Haddad dari sisi ibunya ialah Syaikh Umar bin Ahmad Al- Manfar Ba Alawy yang termasuk ulama yang mencapai derajat ma'rifah sempurna. Suatu hari Sayyid Alwy bin Muhammad Al- Haddad mendatangi rumah Al- Arif Billah Syaikh Ahmad bin Muhammad Al-Habsy, pada waktu itu ia belum berkeluarga, lalu ia meminta Syaikh Ahmad Al-Habsy mendoakannya, lalu Syaikh Ahmad berkata kepadanya,"Anakmu adalah anakku, di antara mereka ada keberkahan". Kemudian ia menikah dengan cucu Syaikh Ahmad Al-Habsy, Salma binti Idrus bin Ahmad bin Muhammad Al-Habsy. Al-Habib Idrus adalah saudara dari Al- Habib Husein bin Ahmad bin Muhammad Al-Habsy. Yang mana Al-Habib Husein ini adalah kakek dari Al-Arifbillah Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein bin Ahmad bin Muhammad Al-Habsy (Mu'alif Simtud Durror).
Maka lahirlah dari pernikahan itu Al- Habib Abdullah bin Alwy Al- Haddad. Ketika Syaikh Al-Hadad lahir ayahnya berujar,"Aku sebelumnya tidak mengerti makna tersirat yang ducapkan Syaikh Ahmad Al-Habsy terdahulu, setelah lahirnya Abdullah, aku baru mengerti, aku melihat pada dirinya tanda-tanda sinar Al- Wilayah ( Kewaliyan ).

MASA KECIL BELIAU

Ketika Habib Abdullah berusia 4 tahun, beliau terserang penyakit cacar. Demikian hebat penyakit itu, hingga hilanglah penglihatan beliau. Namun musibah ini sama sekali tidak mengurangi kegigihannya dalam menuntut ilmu. Beliau berhasil menghafal Al Qur'an dan menguasai berbagai ilmu agama ketika masih kanak- kanak. Beliau sejak kecil gemar beribadah da riyadhoh. Nenek dan kedua orang tuanya sering kali tidak tega menyaksikan anaknya yang buta ini melakukan berbagai ibadah dan riyadhoh. Mereka menasehati agar beliau berhenti menyiksa diri. Demi menjaga perasaan keluarganya, si kecil Abdullah pun mengurangi ibadah dan riyadhoh yang sesunguhnya amat beliau gemari. Di masa mudanya beliau berperawakan tinggi, berdada bidang, berkulit putih, berwibawa dan di wajahnya tidak tampak bekas-bekas cacar yang dahulu menyebabkan beliau kehilangan penglihatannya.

GURU2 BELIAU (Habib Abdullah bin alwi Al Haddad)
1. Al-Quthb Anfas Al-Habib Umar bin Abdurrohman Al-Aththos bin Aqil bin Salim bin Abdullah bin Abdurrohman bin Abdullah bin Abdurrohman Asseqaff,
2. Al-Allamah Al-Habib Aqil bin Abdurrohman bin Muhammad bin Ali bin Aqil bin Syaikh Ahmad bin Abu Bakar bin Syaikh bin Abdurrohman Asseqaff,
3. Al-Allamah Al-Habib Abdurrohman bin Syekh Maula Aidid Ba'Alawy,
4. Al-Allamah Al-Habib Sahl bin Ahmad Bahasan Al-Hudaily Ba'Alawy
5. Al-Mukarromah Al-Habib Muhammad bin Alwy bin Abu Bakar bin Ahmad bin Abu Bakar bin Abdurrohman Asseqaff
6. Syaikh Al-Habib Abu Bakar bin Imam Abdurrohman bin Ali bin Abu Bakar bin Syaikh Abdurrahman Asseqaff
7. Sayyid Syaikhon bin Imam Husein bin Syaikh Abu Bakar bin Salim
8. Al-Habib Syihabuddin Ahmad bin Syaikh Nashir bin Ahmad bin Syaikh Abu Bakar bin Salim
9. Sayyidi Syaikh Al-Habib Jamaluddin Muhammad bin Abdurrohman bin Muhammad bin Syaikh Al-Arif Billah Ahmad bin Quthbil Aqthob Husein bin Syaikh Al-Quthb Al-Robbani Abu Bakar bin Abdullah Al-Idrus
10. Syaikh Al-Faqih Al-Sufi Abdullah bin Ahmad Ba Alawy Al- Asqo
11. Sayyidi Syaikh Al-Imam Ahmad bin Muhammad Al-Qusyasyi

MURID2 BELIAU
1. Habib Hasan bin Abdullah Al Haddad ( putra beliau )
2. Habin Ahmad bin Zein Al Habsyi
3. Habib Abdurrahman bin Abdullah BilFaqih
4. Habib Muhammad bin Zein bin Smith
5. Habib Umar bin Zein bin Smith
6. Habib Umar bin Abdullah Al Bar
7. Habib Ali bin Abdullah bin Abdurrahnan As Segaf
8. Habib Muhammad bin Umar bin Toha Ash Ahafi As Segaf dll.

Suatu hari beliau berkata :
"Dahulu orang menuntut ilmu dari semua orang, kini semua orang menuntut ilmu dariku".

Keaktifannya dalam mendidik dan berdakwah membuatnya digelari Quthbud Da'wah wal Irsyad.

Beliau berpesan :
"Ajaklah orang awam kepada syariat dengan bahasa syariat; ajaklah ahli syariat kepada tarekat ( thariqah ) dengan bahasa tarekat; ajaklah ahli tarekat kepada hakikat ( haqiqah ) dengan bahasa hakikat, ajaklah ahli hakikat kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq, dan ajaklah ahlul Haq kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq."

IBADAH BELIAU
Pada masa Bidayahnya ( permulaannya ); setiap malam beliau mengunjungi seluruh masjid di kota Tarim untuk beribadah. Telah lebih 30 tahun lamanya beliau beribadah sepanjang malam. Ketika beliau berada di Bidayahnya, Al-Faqih Abdullah binAbu Bakar Al-Khotib, salah seorang guru Fiqih beliau, berkata :"Aku bersaksi bahwa Syyidi Abdullah Al Haddad berada di Maqom Sayyid ath-Thoifah Junaid."Ratib Al Haddad dan Wirdul Lathif ketika beliau berusia 27 tahun, beberapa orang ( Syi'ah ) Zaidiyyah masuk ke Yaman. Para Ulama khawatir akidah masyarakat akan rusak karena pengaruh ajaran para pendatang syi'ah itu. Mereka lalu meminta beliau untuk merumuskan sebuah doa'yang dapat mengokohkan akidah masyarakat dan menyelamatkan mereka dari faham-faham sesat.

Beliau memenuhi permintaan mereka lalu menyusun sebuah doa'yang akhirnya dikenal dengan nama Ratb Al Haddad. Disamping itu beliau juga merumuskan bacaan dzikir yang dinamainya Wirid al-Lathif. Ketika berusia 28 tahun, ayah beliau meninggal dunia dan tak lama kemudian ibunya menyusul.

KELUHURAN BUDI BELIAU
Dalam kehidupannya, beliau juga mendapat gangguan dari masyarakat lingkungannya, Beliau berkata : Kebanyakan orang, jika tertimpa musibah penyakit atau lainnya, mereka tabah dan sabar; mereka sadar bahwa itu adalah qodho dan qodar Allah SWT. Tetapi jika diganggu orang, mereka sangat marah. Mereka lupa bahwa gangguan-gangguan itu sebenarnya juga qodho dan qodar Allah SWT, mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah SWT hendak menguji dan menyucikan jiwa mereka.

Rasulullah bersabda :"Besarnya pahala tergantung pada beratnya ujian. Jika Allah SWT mencintai suatu kaum, ia akan menguji mereka. Barang siapa ridho, ia akan memperoleh keridhoannya; barang siapa tidak ridho, Allah SWT akan murka kepadanya."
( HR Thabrani dan Ibnu Majah )

Habib Abdullah juga menjadikan Ratib Al-Atthas karya gurunya, Habib Umar bin Abdurrahman Al- Atthas sebagai rujukan. Ketika seseorang datang minta ijazah atau izin mengamalkan Ratib Al- Haddad; beliau berkata :"Bacalah Ratib Guruku, kemudian baru Ratibku"Ini merupakan cermin bagaimana seorang murid menghormati gurunya, meski karyanyalah yang lebih populer.

Habib Abdullah tidak pernah menyakiti hati orang lain, apabila beliau terpaksa harus bersikap tegas, beliau kemudian segera menghibur dan memberikan hadiah kepada orang yang ditegurnya. Beliau berkata :"Aku tak pernah melewatkan pagi dan sore dalam keadaan benci dan iri pada seseorang!"Dalam mengarungi bahtera kehidupan, beliau lebih suka berpegang pada hadits Rasulullah SAW :
"Orang beriman yang bergaul dengan masyarakat dan sabar menanggung gangguannya, lebih baik daripada orang yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak pula sabar menghadapi gangguannya."
( HR Ibnu Majah dan Ahmad )

Dalam kesempatan lain beliau berkata :"Sesungguhnya aku tidak ingin bercakap-cakap dengan masyarakat, aku juga tidak menyukai pembicaraan mereka, dan tidak peduli kepada siapapun dari mereka. Sudah menjadi tabiat dan watakku bahwa aku tidak menyukai kemegahan dan kemasyhuran. Aku lebih suka berkelana di gurun sahara. Itulah keinginanku; itulah yang kudambakan. Namun, aku menahan diri tidak melaksanakan keinginanku agar masyarakat dapat mengambil manfaat dariku."

Beliau menulis dalam sya'irnya : Bila Allah SWT mengujimu, bersabarlah karena itu haknya atas dirimu. Dan bila ia memberimu nikmat, bersyukurlah. Siapapun mengenal dunia, pasti akan yakin bahwa dunia tak syak lagi adalah tempat kesengsaraan dan kesulitan.
Beliau tidak pernah bergantung pada mahluk dan selalu mencukupkan diri hanya kepada Allah SWT. Beliau berkata :"Dalam segala hal aku selalu mencukupkan diri dengan kemurahan dan karunia Allah SWT. Aku selalu menerima nafkah dari khazanah kedermawanannya.""Aku tidak pernah melihat ada yang benar-benar memberi, selain Allah SWT. Jika ada seseorang memberiku sesuatu, kebaikannya itu tidak meninggikan kedudukannya di sisiku, karena aku mrnganggap orang itu hanyalah perantara saja,"Beliau sangat menyayangi kaum faqir miskin,"Andaikan aku kuasa dan mampu, tentu akan kupenuhi kebutuhan semua kaum faqir miskin. Sebab pada awalnya, agama ini ditegakkan oleh kaum Mukminin yang lemah.""Dengan sesuap makanan tertolaklah bencana."

KARYA2 BELIAU
1. An Nashoihud Diniyyah wal Washoyal Imaniyyah
2. Ad Da'watut Tammah wat Tadzkiratul'Ammah
3. Risalatul Mu'awanah wal Muzhoharah wal Muazaroh
4. Al Fushul'Ilmiyyah
5. Sabilul Iddikar
6. Risalatul Mudzakaroh
7. Risalatu Adabi sulukil Murid
8. Kitabul Hikam
9. An Nafaisul'Uluwiyah
10. Ithafus Sail Bijawabil Masail
11. Tatsbitul Fuad
12. Risalah Shalawat ; diantaranya Shalawat Thibbil Qulub ( Allahumma shalli'ala sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wadawa-iha, wa'afiyati abdani wa syifa-iha, wanuril abshari wadliya-iha, wa'ala alihi washahbihi wasalim.)
13. Ad-Durul Mandzum (kumpulan puisi )
14. Diwan Al-Haddad (kumpulan puisi )

Karya-karya beliau sarat dengan inti sari ilmu syari'at, adab islami dan tarekat, penjabaran ilmu hakikat, menggunakan ibarat yang jelas dan tata bahasa yang memikat. Semuanya ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Berisi ajaran tasawuf murni.

Beliau berkata :"Aku mencoba menyusunnya dengan ungkapan yang mudah, supaya dekat dengan pemahaman masyarakat, lalu kugunakan kata-kata yang ringan, supaya segera dapat dipahami dan mudah dimengerti oleh kaum khusus maupun awam."Seluruh tulisannya sarat dengan ajaran islam ( tauhid, syari'at, akhlaq, tarekat ) semuanya tersaji bercirikan tasawuf.

Dalam Ad- Durrul Mandzum, misalnya beliau menulis :"Dalam bait-bait yang aku tulis ini, terdapat berbagai ilmu yang tidak yang tidak ada dalam kitab lainnya. Maka barang siapa membacanya secara rutin, lalu berpegang teguh kepadanya, cukup sudah baginya."
Ada keyakinan di kalangan sebagian kaum muslimin, membaca karya Habib Abdullah bisa mendapatkan manfaat besar, yaitu keselamatan, bukan hanya bagi pembacanya, melainkan juga masyarakat sekitarnya. Sebagai Mujaddid Abad ke 11 H. Penganut Mazhab Syafi'i, khususnya di Yaman, berkeyakinan bahwa Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad adalah Mujaddid ( pembaharu )abad 11 H. pendapat ini diutarakan oleh Ibnu Ziyad, seorang Ahli Fiqih terkemuka di Yaman yang fatwa-fatwanya disejajarkan dengan tokoh-tokoh Fiqih seperti Imam Ibnu Hajar dan Imam Ramli. Seseorang pernah menggambarkan kedudukan beliau dengan ungkapan yang indah,yaitu:"Dalam Dunia Tasawuf Imam Ghazali ibarat pemintal kain, Imam Sya'rani ibarat tukang potong dan Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad adalah penjahitnya."

Beberapa Ulama memberinya beberapa gelar, seperti :
* Syaikhul Islam ( Rujukan utama keislaman )
* Fardul A'lam ( Orang teralim )
* Al-Quthbul Ghauts ( Wali tertinggi yang bisa menjadi wasilah pertolongan )
* Al-Quthbud Da'wah wal-Irsyad ( Wali Tertinggi yang memimpin Dakwah )

PENDAPAT ULAMA TENTANG BELIAU
Al-Arifbillah Quthbil Anfas Al- Imam Habib Umar bin Abdurrohman Al-Athos ra. mengatakan,"Al-Habib Abdullah Al-Haddad ibarat pakaian yang dilipat dan baru dibuka di zaman ini, sebab beliau termasuk orang terdahulu, hanya saja ditunda kehidupan beliau demi kebahagiaan umat dizaman ini ( abad 12 H ).

Al-Imam Arifbillah Al-Habib Ali bin Abdullah Al-Idrus ra. mengatakan,"Sayyid Abdullah bin Alwy Al- Haddad adalah Sultan seluruh golongan Ba Alawy"

Al-Imam Arifbillah Muhammad bin Abdurrohman Madehej ra. mengatakan,"Mutiara ucapan Al- Habib Abdullah Al-Haddad merupakan obat bagi mereka yang mempunyai hati cemerlang sebab mutiara beliau segar dan baru, langsung dari Allah SWT. Di zaman sekarang ini kamu jangan tertipu dengan siapapun, walaupun kamu sudah melihat dia sudah memperlihatkan banyak melakukan amal ibadah dan menampakkan karomah, sesungguhnya orang zaman sekarang tidak mampu berbuat apa-apa jika mereka tidak berhubungan (kontak hati) dengan Al-Habib Abdullah Al- Haddad sebab Allah SWT telah menghibahkan kepada beliau banyak hal yang tidak mungkin dapat diukur."

Al-Imam Abdullah bin Ahmad Bafaqih ra. mengatakan,"Sejak kecil Al-Habib Abdullah Al-Haddad bila matahari mulai menyising, mencari beberapa masjid yang ada di kota Tarim untuk sholat sunnah 100 hingga 200 raka'at kemudian berdoa dan sering membaca Yasin sambil menangis.

Al-Habib Abdullah Al-Haddad telah mendapat anugrah ( fath ) dari allah swt sejak masa kecilnya".

Sayyid Syaikh Al-Imam Khoir Al- Diin Al-Dzarkali ra. menyebut Al- Habib Abdullah Al-Haddad sebagai fadhillun min ahli Tarim (orang utama dari Kota Tarim).

Al-Habib Muhammad bin Zein bin Smith ra. berkata,"Masa kecil Al- Habib Abdullah Al-Haddad adalah masa kecil yang unik. Uniknya semasa kecil beliau sudah mampu mendiskusikan masalah- masalah sufistik yang sulit seperti mengaji dan mengkaji pemikiran Syaikh Ibnu Al-Faridh, Ibnu Aroby, Ibnu Athoilah dan kitab-kitab Al- Ghodzali. Beliau tumbuh dari fitroh yang asli dan sempurna dalam kemanusiaannya, wataknya dan kepribadiannya".

Al-Habib Hasan bin Alwy bin Awudh Bahsin ra. mengatakan,"Bahwa Allah telah mengumpulkan pada diri Al- Habib Al-Haddad syarat-syarat Al- Quthbaniyyah."

Al-Habib Abu Bakar bin Said Al- Jufri ra. berkata tentang majelis Al-Habib Abdullah Al-Haddad sebagai majelis ilmu tanpa belajar (ilmun billa ta'alum) dan merupakan kebaikan secara menyeluruh. Dalam kesempatan yang lain beliau mengatakan,"Aku telah berkumpul dengan lebih dari 40 Waliyullah, tetapi aku tidak pernah menyaksikan yang seperti Al-Habib Abdullah Al- Haddad dan tidak ada pula yang mengunggulinya, beliau adalah Nafs Rohmani, bahwa Al-Habib Abdullah Al-Haddad adalah asal dan tiada segala sesuatu kecuali dari dirinya". Seorang guru Masjidil Harom dan Nabawi,

Syaikh Syihab Ahmad al- Tanbakati ra. berkata,"Aku dulu sangat ber-ta'alluq (bergantung) kepada Sayyidi Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani. Kadang-kadang dia tampak di hadapan mataku. Akan tetapi setelah aku ber- intima'(condong) kepada Al- Habib Abdullah Al-Haddad, maka aku tidak lagi melihatnya. Kejadian ini aku sampaikan kepada Al-Habib Abdullah Al- Haddad. Beliau berkata,'Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani di sisi kami bagaikan ayah. Bila yang satu ghoib (tidak terlihat), maka akan diganti dengan yang lainnya. Allah lebih mengetahui.'Maka semenjak itu aku berta'alluq kepadanya".

Al-Habib Ahmad bin Zain Al- Habsyi ra. seorang murid Al-Habib Abdullah Al-Haddad yang mendapat mandat besar dari beliau, menyatakan kekagumannya terhadap gurunya dengan mengatakan,"Seandainya aku dan tuanku Al- Habib Abdullah Al-Haddad ziaroh ke makam, kemudian beliau mengatakan kepada orang-orang yang mati untuk bangkit dari kuburnya, pasti mereka akan bangkit sebagai orang-orang hidup dengan izin Allah. Karena aku menyaksikan sendiri bagaimana dia setiap hari telah mampu menghidupkan orang- orang yang bodoh dan lupa dengan cahaya ilmu dan nasihat. Beliau adalah lauatan ilmu pengetahuan yang tiada bertepi, yang sampai pada tingkatan Mujtahid dalam ilmu-ilmu Islam, Iman dan Ihsan. Beliau adalah mujaddid pada ilmu-ilmu tersebut bagi penghuni zaman ini".

Syaikh Abdurrohman Al-Baiti ra. pernah berziaroh bersama Al- Habib Abdullah Al-Haddad ke makam Sayidina Al-Faqih Al- Muqoddam Muhammad bin Ali Ba'Alawy, dalam hatinya terbetik sebuah pertanyaan ketika sedang berziaroh,"Bila dalam sebuah majelis zikir para sufi hadir Al- Faqih Al-Muqaddam, Syaikh Abdurrohman Asseqaff, Syaikh Umar al-Mukhdor, Syaikh Abdullah Al-Idrus, Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani, dan yang semisal setara dengan mereka, mana diantara mereka yang akan berada di baris depan? Pada waktu itu guruku, Al-Habib Abdullah Al-Haddad, menyingkap apa yang ada dibenakku, kemudian dia mengatakan,'Saya adalah jalan keluar bagi mereka, dan tiada seseorang yang bisa masuk kepada mereka kecuali melaluiku.'Setelah itu aku memahami bahwa beliau Al- Habib Abdullah Al-Haddad, adalah dari abad 2 H, yang diakhirkan kemunculannya oleh Allah SWT pada abad ini sebagai rohmat bagi penghuninya."

Al-Habib Ahmad bin Umar bin Semith ra. mengatakan,"Bahwa Allah memudahkan bagi pembaca karya-karya Al-Habib Abdullah Al- Haddad untuk mendapat pemahaman (futuh), dan berkah membaca karyanya Allah memudahkan segala urusannya agama, dunia dan akhirat, serta akan diberi'Afiat (kesejahteraan) yang sempurna dan besar kepadanya."

Al-Habib Thohir bin Umar Al- Hadad ra. mengatakan,"Semoga Allah mencurahkan kebahagiaan dan kelapangan, serta rezeki yang halal, banyak dan memudahkannya,bagi mereka yang hendak membaca karya- karya Al-Quthb Aqthob wal Ghouts Al-Habib Abdullah bin Alwy al-Haddad ra".

Al-Habib Umar bin Zain bin Semith ra. mengatakan bahwa seseorang yang hidup sezaman dengan Al-Habib Abdullah Al- Haddad ra., bermukim di Mekkah, sehari setelah Al-Habib Abdullah Al-Haddad wafat, ia memberitahukan kepada sejumlah orang bahwa semalam beliau ra. sudah wafat. Ketika ditanya darimana ia mengetahuinya, ia menjawab,"Tiap hari, siang dan malam, saya melihat beliau selalu datang berthowaf mengitari Ka'bah (padahal beliau berada di Tarim, Hadhromaut). Hari ini saya tidak melihatnya lagi, karena itulah saya mengetahui bahwa beliau sudah wafat."

Wafatnya Beliau Hari kamis 27 Ramadhan 1132 H / 1712 M, beliau sakit dan tidak ikut shalat ashar berjamaah di masjid dan pengajian sore. Beliau memerintahkan orang-orang untuk tetap melangsungkan pengajian seperti biasa dan ikut mendengarkan dari dalam rumah. Malam harinya, beliau sholat'isya berjamaah dan tarawih. Keesokan harinya beliau tidak bisa menghadiri sholat jum'at. Sejak hari itu, penyakit beliau semakin parah. Beliau sakit selama 40 hari sampai akhirnya pada malam selasa,7 Dzulqaidah 1132 H / 1712 M beliau wafat di kota Tarim, disaksikan anak beliau, Hasan.
Beliau wafat dalam usia 89 tahun, meninggalkan banyak murid, karya dan nama harum di dunia. Beliau dimakamkan di pemakaman Zanbal, Tarim.
Meski secara fisik telah tiada, secara batin Habib Abdullah bin Alawy Al-Haddad tetap hadir di tengah-tengah kita, setiap kali nama dan karya-karyanya kita baca.

al-Quthub Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, mempunyai enam orang anak laki:
1. Zainal Abidin
2 . Hasan, wafat di Tarim tahun 1188 H, anaknya Ahmad.
3. Salim
4. Muhammad, keturunannya di Tarim
5 . Alwi, wafat di Makkah tahun 1153 H, keturunannya di Tarim
6 . Husin, wafat di Tarim tahun 1136 H keturunannya di Aman, Sir, Gujarat...WALLAHU A'LAMU BISHOWAB

FASAL 1

Aku memohon kepada Allah agar dengan risalah ini memberikan manfaat kepadaku dan kepada sekalian orang Mukmin , maka Aku katakan -Maka wajib bagi kamu semua wahai saudaraku yang terkasih, untuk memperkuat keyakinanmu dan mempercantiknya, karena sesungguhnya yakin apabila telah menetap di hati dan meluas di dalamnya maka segala sesuatu yang ghaib akan terlihat nyata bagimu dan pada yang demikian ini maka berkatalah orang-orang yang yakin sebagaimana yang dikatakan Ali ra. wakarromaLlahu Wajhah ‘apabila disingkapkan tabir, maka akan bertambahlah keyakinan’. Dan yakin sesungguhnya adalah ibarat dari kekuatan iman yang meresap ke dalam jiwa yang menghilangkan segala keragu-raguan sehingga di dalam hati sama sekali bersih dari keadaan ragu-ragu dan cemas.. dan syaithan tidak akan mampu mendekat kepada mereka yang hatinya dipenuhi dengan yaqin bahkan mereka akan lari terbirit-birit mencari keselamatan. Sebagaimana yang disabdakan RasuluLlah SAW “Sesungguhnya syaithan menjauh dari bayang-bayang Umar. . tidaklah sekali-kali Umar melewati suatu jalan, sedang syaitan pasti melewati jalan yang lainnya–agar tidak berpapasan.

Dan yakin akan menjadi kuat dengan beberapa sebab diantaranya
1. Hendaknya hamba Allah mencurahkan segala perhatiannya dan hatinya dan memperhatikan dengan telinganya untuk mendengarkan ayat dan hadis yang menunjukkan kebesaran Allah Azza wa Jalla dan kesempurnaanNya, dan keagunganNya, dan kekuasaanNya dan kesendirianNya dalam mengatur urusan semua makhluk, dan kekuasanNya, serta memperhatikan akan kebenaran para Rasul As. Dan kesempurnaan mereka, dan terhadap apa-apa yang menguatakn risalah mereka dari beberpapa mukjizat, demikian juga memperhatikan mereka yang mendustakan Rasul hingga mereka mendapat siksa dari Allah , dan memperhatikan dengan segenap hatinya apa yang akan datang kelak di hari akhirat berupa pahala yang bagus dari Allah yang dijanjikan bagi hambanya yang beriman dan berbuat kebajikan, demikian juga siksa yang akan dihadapi orang-orang yang berbuat maksiat –Firman Alah ‘Apakah belum cukup sesungguhnyan Kami turunkan kepada kamu Al-Kitab yang dibacakan kepada mereka.
2. hendaklah engkau melihat dengan i’tibar pada kerajaan langit dan bumi dan apa yang diciptakan Allah dari ciptan-ciptaan yang sangat ajaib. Dan memperhatikan permulaan adanya segala yang diciptakan. –‘Dan akan Aku perlihatkan kepada mereka ayat-ayatKu di alam raya dan juga pada diri mereka hingga tampak jelas bahwasanya Allah Maha Benar’.
3. Hendaklah mengamalkan apa saja yang sesuai dengan keimanannya lahir bathin dan memperlihatkan ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla –‘Dan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh mencariKu niscaya akan Aku tunjukkan jalanKu’.
Dan buah dari yaqin adalah tanangnya hati akan janji Allah dan mantap dengan apa-apa yang sudah ditanggung oleh Allah dan menghadap dengan segenap jiwa raganya dan meninggalkan segala yang menyibukkannya dari Allah dan kembali pada setiap kesempatan kepada Allah dan mencurahkan tenaga untuk mencari ridho Allah . maka Yaqin sesungguhnya adalah dasar/pokok.Sedangkan segala maqoomaat yang mulia , dan akhlak yang terpuji, dan amal sholih, adalah termasuk cabangnya, dan buahnya, sedangkan alkhlak dan amal adalah mengikuti yaqin dalam hal kuat dan lemahnya serta sehat dan sakitnya. Luqman As. telah berkata, “tidaklah amal akan terjadi kecuali setelah adanya yaqin.
Dan tidak sekali-kali seorang hamba beramal kecuali sesuai dengan kadar keyakinannya. Dan ytidaklah sseorang hamba mengurangi amalnya hingga berkuranglah keyakinannya..
Dari itu RasuluLlah SAW bersabda, “Al-Yaqiin, adalah iman seluruhnya. Dan bagi orang yang beriman,

ada tingkatan yaqiin yaitu
1. Derajad Ashabil Yamiin yaitu Pembenaran mereka akan tetapi masih dimungkinkan mereka terserang ragu-ragu.
2. Derajad Muqorrobiin yang mana imannya telah bersinar dalam hati mereka dan menetap di dalamnya sehingga tidaklah tergambar di dalamnya akan cacat imannya itu, bahkan akan tampak berlimpah di dalam dadanya.
3. Derajat Nabiyyiin yaitu derajad para Nabi AS. Dan para ahli warisnya yaitu para Shiddiqiin dimana bagi Mereka sesuatu yang Ghaib adalah tampak nyata adanya. Dan dapat memberikan i’tibarnya dengag tersingkapnya tabir / kasyf.

FASAL 2

Dan wajib bagi kamu wahai saudaraku, untuk memperbaiki niat dan mengikhlaskan niat tersebut dan bertafakur akan niatmu sebelum engkau memasuki amal/sebelum mengerjakan sesuatu amal ibadah.Karena sesunggunya niat itu adalah pondasi atau dasar daripada amal. Dan amal mengikuti niat Mengenai baik dan buruknya, rusak dan selamatnya dll. .

dan sungguh telah bersabda RasuluLlah SAW,Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.dan bagi setiap manusia tergantung dari apa yang ia niatkan.. Dan wajib juga bagi kamu semua, untuk tidak mengucapkan suatu perkataan atau tidak mengamalkan suatu amal perbuatan atau berkehendak mengerjakan sesuatu apapun kecuali niatmu dalam hal itu semua adalah untuk mendekatkan diri kepadaAllahdan mencari pahala yang baik di sisiNya. Dan ketahuilahsesungguhnya tidak akan dapat terjadi pendekatan diri kepada Allah Ta’ala kecuali dengan apa yang telah disyari’atkanoleh Allah melalui Lisan RasulNya dari beberapa perbuatan fardhu dan sunnah,. Maka menjadilah perbuatan yang mubahakan tetapi karena niatnya baik, maka perbuatan itu menjadi sebab mendekatnya diri kepada Allah. Seperti orang yang ketika makan ia berniat untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ta’at kepada Allah Ta’ala atau ketika menikah diniatkan untuk mendapatkan keturunan yang nantinya mereka akan menjadi orang yang ahli beribadah kepada Allah. Dan disyaratkan di dalam niat yang baik dimana harus dilanjutkan dengan amal perbuatannya. Misal orang yang mencari ilmu dan ia bercita-cita akan mengamalkan ilmunya, maka apabila ia tidak mengamalkan ilmu yag telah pernah diperolehnya ketika dia mampu untuk mengamalkannya, maka niatnya yang demikian itu bukanlah niat yang benar /niyatushoodiqoh.

Demikian juga orang yang mencari harta dunia dengan niat agar ia tidak merepotkan orang lain, dan mnyedekahkannya kepada orang yang membutuhkan dari orang-orang yang miskin, atau untuk mempererat silaturrahim dengan hartanya itu,apabila ia tidak melaksanakannya apa yang ia niatkan ketika dia mampu maka niat yang demikian ini bukanlah termasuk niat yang benar atau niat yangShoodiqoh. Dan ketahuilah bahwa niat yang baik itu tidak dihitung dalam amal perbuatan yang buruk misalnya orang yang ikiut mendengarkan pembicaraan ghaibah kepada sesama muslim yang mana dalam mendengarkannya tersebut dia berniat untuk menyenangkan hati orang yang sedanng ghaibah/ membicarakan aib saudara se muslim, maka niatnya yang demikian ini bukanlah niat yang baik bahkan ia termasuk salah seorang diantara yang ikut ghaibah tersebut.

Dan barangsiapa yang diam diri dari amar ma’ruf dan nahi munkar dan dia mendakwakan bahwa niatnya itu agar tidak menyakiti hati orang yang melaksanakan perbuatan munkar, maka niat yang demikian ini bukanlah termasuk niat yang baik bahkan ia termasuk juga ke dalam golongan yang mellaksanakan kemungkaran. Demikian juga perbuatan yang baik, tetapi niatnya tidak baik juga tidak akan menghasilkan pahala yang baik di sisi Allah seperti orang yang melakukan amal sholeh akan tetapi niatnya untuk mendapatkan kedudukan atau biar dipuji oleh orang lain atau untuk mendatkan keuntungan materi. Maka bersungguh-sungguhlah wahai saudaraku, agar niatmu dalam melakukan amal salih sebatas untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridhoan Allah dan niatkanlah semua amal yang dibolehkan /Mubaahathanya untuk menambah ketaatan kepadaAllah Ta’ala.

Dan ketahuilah sesungguhnya bisa terjadi juga satu amal shaleh di niatkan dengan beberapa niat yang baik dan mendapatkan pahala secara sempurna dari tiap-tiap niat tersebut semisal orang yang membaca Al-Qur’an dia niatkan untuk bermunajat kepada Rabbnya, atau ia niatkan agar orang yang mendengarkannya mendapat faidah atau manfaat dari apa yang ia baca. Dan semisal perbuatan mubah dalam hal makan, dimana ia niatkan dalam makan tersebut untuk menjalankan perintah Allah karena Allah.

telah berfirman di dalam Al-Qur’anul Kariim:
Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kamu sekalian dari rizki yang baik yang Aku berikan kepada kamu semua.Dan berniat pula dalam memakan makanan adalah untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ta’at kepada Allah dan juga dapat diniatkan pula untuk melahirkan rasa syukur kepada Allah

sesuai dengan firman Allah di dalam kitabNya
makanlah kamu sekalian dari rizki yang diberikan kepadamu dan bersyukurlah kepadaNya.

Bersabda RosuuluLlah SAW -
Sesungguhnya Allah mencatat perbuatan baik dan buruk……dan selanjutnya RasuluLlah SAW menerangkan bahwa -barang siapa mempunyai tujuan baik sedangkan ia tidak melaksanakannya maka Allah mencatat di sisiNya sebagai satu amal kebaikan yang sempurna. Dan barang siapa yang mempunyai niat baik juga ia melaksanaknnya maka Allah mencatatnya sebagai 10 kebaikan sampai 700 kebaikan bahkan sampai berlipat dengan kelipatan yang banyak. Dan jika ia berniat keburukan akan tetapi tidak mengamalkannya, maka dicatatlah ia sebagai satu kebaikan, dan apabila ia mengamalkannya maka hanya dicatat sebagai satu keburukan saja.

FASAL 3

Dan wajib bagi kamu wahai saudaraku untuk selalu bermuroqobah kepada Allah Ta'ala dalam segala gerak dan diammu dan pada setiap kedipan matamu dan pada setiap kehendakmu dan gurisan hatimu dan dalam segala Keadaanmu dan kesadaranmu akan kedekatanNya kapadamu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Dia selalu melihat dirimu dan mengetahui segala ihwalmu dan tidak ada yang tersembunyi bagiNya segala sesuatu yang ada pada dirimu meskipun hanya sebesar zarrah baik itu di bumi maupun di langit. dan jikalaupun engkau mengeraskan suaramu ataupun melembutkannya maka sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala sesuatu yang sangat samar dan tersembunyi. Dan Dia selalu bersamamu di mana saja kamu berada dengan ilmuNya dan peliputanNya Jika engkau termasuk orang yang bagus, maka malulah kepada Tuhanmu dengan sebenar- benarnya malu dan bersungguh- sungguhlah agar Ia tidak meluhatmu pada tempat yang sekiranya Dia melarangmu, Dan berusahalah selalu Ia mendapatimu ketika Ia memerintahkan sesuatu kepadamu. Dan sembahlah Ia seakan-akan engkau melihatNya dan manakala engkau jumpai dirimu merasa malas mengerjakan ketaatan kepadaNya atau condong kepada bermaksiyat kepadaNya maka ingatlah bahwa sesungguhnya Allah mendengarmu dan melihatmu dan mengetahui rahasiamu dan ketersembunyianmu. Apabila hal yang demukian belum berhasil membangkitkan semangatmu untuk ta'at kepadaNya disebabkan karena sedikitnya ma'rifatmu kepadaNya akan kebesaran Allah, maka ingatlah akan adanya dua malaikat yang sangat mulia yang keduanya mencatat kebaikan dan keburukan amal. Apabila yang demikian itu masih belum memberikan efek, maka langkah selanjutnya adalah ingatlah akan dekatnya maut atau kematian dimana maut adalah sesuatu yang paling dekat diantara yang terdekat yang selalu menanti dirimu dan takutlah akan hal yang demikian. Apabila pentakutan yang demikian ini belum juga berhasil menggerakkan dirimu untuk ta'at kepada Allah maka peringatkanlah dirimu dengan janji-janji Allah yang akan diberikan kepada orang yang ta'at kepadaNya dari beberapa pahala yang sangat besar dan ingatlah juga akan janjiNya yang disediakan bagi orang-orang yang durhaka kepadaNya dari beberapa azab yang sangat menyaktkan dan katakanlah kepada dia (nafsumu) wahai nafsu, tidak ada sesuatu setelah kehidupan dunia kecuali surga atau neraka., maka pilihlah untuk dirimu sendiri jika engkau menginginkan ta'at maka akibatnya adalah keselamatan dan keridhoan dari Allah dan abadi dalam kenikmatan surga dan memandang kepada wajah Tuhanmu yang maha Mulia. Dan jika engkau menginginkan yang lain maka bermaksiyatlah kepada Allah maka akhir yang akan engkau dapatkan adalah kehinaan dan kemarahan dari Tuhanmu dan tinggal abadi di dalam neraka. Jika yang demikian ini telah engkau lakukan maka akan hilanglah keinginan nafsumu untuk berdiam diri tidak melakukan ta'at kepada Tuhannya. Maka sesungguhnya yang demikian ini merupakan obat yang sangat bermanfaat bagi hati yang mengalami sakit. selanjutnya jika hatimu telah sadar bahwa Allah Ta'ala selalu melihatmu maka hatimu akan merasa malu untuk berlawanan dengan kehendaknya dan hatimu akan membimbngmu untuk ta'at kepadaNya dan yang demikian ini hatimu telah mulai bermuroqobah kepadaNya. Dan ketehuilah sesungguhnya muroqobah adalah termasuk mqoomat/kedudukan yang sangat mulia dan termasuk kedudukan yang tinggi dan setinggi-tingginya derajat dan dia/muroqobah adalah maqom ihsan dimana RasuluLlah SAW telah memberi isyarat dalam sabdanya bahwa Al-ihsan adalah apabila engkau menyembahNya seakan-akan engkau melihatNya. Dan apabila engkau tidak dapat melihatNya maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Ia melihatmu.

Dan setiap hamba yang beriman akan yakin dan percaya bahwa bagi Allah tidak ada sesuatupun yang tersembunyi baik di langit maupun yang di bumi dan mereka mengetahui bahwa Allah selalu menyertainya di mana saja, dan tidak ada yang tersembunyi bagi Allah dari segala gerak dan diamnya seorang hamba. Akan tetapi buah yang sedemikian ini akan dapat diperoleh dengan jalan mula-mula ia tidak melakukan amal perbuatan antara ia dengan Allah yang menyebabkan ia malu apabila amal ada orang saleh melihat apa yang ia lakukan tersebut. dan yang sedemikian ini adalah perbuatan yang mulia, dan dibalik semuanya adalah lebih mulia lagi, saampai seorang hamba hingga pada akhir umurnya tenggelam ke dalah HadratuLlah Ta'ala dan dia hilang/fana dari yang selain Allah. Dan sungguh baginya telah hilang pandangannya akan semua makhluk dikarenakan terpananya pandangannya kepada kebesaran Allah yang Maha Haq. Dan ia telah benar keyakinannya dihadapan Sang Raja yang maha kuasa. Dan wajib untukmu wahai saudaraku untuk selalu memperbaiki dan memperbagus bathiniahmu agar lebih baik daripada lahiriahmu. Yang demikian itu dikarenakan bahwa yang bathiniah adalah tempat Allah melihat seorang hamba sedangkan lahiriah adalah tempat yang dilihat makhluk.. dan apa yang dijelaskan Allah di dalam kitabnya yang mulia/Al-Qur'an tentang masalah lahir dan bathin, maka Allah lebih mula menyebutkan kata bathin daripada lahir - berarti bathin lebih utama-

sebagaimana do'a RasuluLlah SAW
Yaa Allah jadikanlah bathiniahku lebih baik dari lahiriahku, dan jadikanlah lahiriahku dalam keadaan bagus.

Dan manakala bagus bathiniah, maka akan bagus jugalah keadaan lahiriah tidak boleh tidak. Karena sesungguhnya yang lahir selamanya mengikuti yang bathin dalam hal baik dan buruknya.

RasuluLlah SAW telah bersabda
sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh jasad, dan apabila ia buruk maka akan buruklah seluruh jasad. Ketauhilah sesungguhnya dia adalah hati.

Dan ketahuilah apabila ada seseorang yang mengaku /mendakwakan bahwa kondisi bathinnya telah bagus akan tetapi lahiriahnya rusak dengan meninggalkan ketaatan kepada Allah, maka apa yang ia dakwakan tersebut adalah bohong belaka. Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh memperbaiki/membeguskan lahiriahnya dengan mempercantik penampilannya, pembicaraannya, demikian juga mempercantik gerak geriknya, dan cara duduknya, dan cara berdirinya, dan cara ia berjalan, akan tetapi ia membiarkan bathiniahnya dalam keadaan yang buruk dengan akhlak yang buruk pula serta dengan tabiat yang kotor, maka ketahuilah bahwa ia termasuk min ahlil Tashonnu'/orang yang suka di buat-buat dalam hal tingkah lakunya,dan termasuk orang yang riya'dan orang yang termasuk berpaling dari Tuhannya. Maka takutlah wahai saudaraku jika engnkau menutupi / menyembunyikan sesuatu apabila orang banyak mengetahuinya niscaya engkau akan malu.

Sebagian orang arifiin berkata Seorang Sufi belum termasuk golongan para Sufi hingga seandainya seluruh isi hatinya ditaruh dalam sebuah nampan dan di perlihatkan di tengah pasar maka ia tidaklah malu jika semua orang melihat isinya. Jika engkau tidak mampu membuat bathinmu lebih baik daripada lahiriahmu, maka usahakan agar keduanya sama antara lahir dan bathinnya, maka apa yang engkau lakukan dalam hal melaksanakan perintahNya dan menjauhi larangannNya dan dalam mengagungkanNya, dan usahamu mencari keridhoanNya, semua itu dalam keadaan sama (antara lahir dan bathinnya). Dan apa yang disampaikan ini adalah langkah awal bagi orang yang melangkah jalan ma'rifat yang khos maka ketahuilah yang demikian itu semoga Allah selalu memberi taufik.

FASAL 4

Dan wajib bagi kamu sekalian untuk memakmurkan segenap waktumu dengan berbagai macam amal ibadah sehingga tidak ada waktu yang kosong baik malam maupun siang kecuali engkau isi dengan berbagai amal kebajikan. Maka dengan demikian akan terlihatlah bagimu berkah waktumu dan akan menghasilkan faidah yang besar dari umurmu, dan kelanggenganmu dalam menghadap kepada Allah Ta'ala. Dan seyogyanya engkau jadikan waktu tersendiri untuk kebiasanmu sehari-hari seperti makan dan minum dan pergi bekerja. Dan waktumu adalah umurmu, dan umurmu adalah modal hidupmu dan dengan waktumu itulah engkau mulai berniaga-untuk akhirat yang akan mengantarkanmu kepada kebahagiaan yang abadi di dalam kedekatan dengan Allah. Maka setiap nafas dari seluruh nafas adalah mutiara yang tidak terhitung nilainya, dan apabila telah lewat - nafas itu-maka tidak ada gantinya. Dan tidak seharusnya engkau menggunakan seluruh waktumu dengan hanya satu wirid meskipun wirid tersebut termasuk wirid yang utama. Karena yang demikian itu akan menghilangkan berkahnya banyaknya bilangan bermacam- macam wirid.. karena pada setiap wirid mempunyai efek sendiri- sendiri di dalam hati. Dan mempunyai nuur dan keistimewaan tersendiri dari Allah. Dan ketahuilah sesungguhnya bagi tiap-tiap wirid memiliki bekas yang bermacam-macam yang berguna untuk membersihkan hati dan memperbaiki tingkah laku lahiriah, dan jika engkau tidak termasuk orang yang dapat mencurahkan semua waktumu untuk melakukan wirid, maka pilihlah pada waktu-waktu yang khusus/tertentu dan engkau bayar pada waktu yang lain apabila engkau sempat meninggalkannya -pada waktu yang telah ditentukan tersebut, yang demikian ini untuk mendidik nafsu dalam berdisiplin menjaga amalan wirid tersebut.

Sayyidy Syaikh Abdurrahman as- Saqaf telah berkata,
"man lam yakun lahu wirdun fahuwa qirdun"
yang artinya-barang siapa yang tidak memiliki wirid maka ia tak ubahnya seperti kera-.

Dan telah berkata sebagian orang'aarfiin (orang yang sangat mengenal Allah),"Al-Waarid (sesuatu yang datang dari Allah - seperti ilham dll) itu tergantung dari Wirid. Maka barang siapa yang tidak memiliki Wirid pada dhahiriahnya, maka tidak akan ada wariid pada bathiniahnya/sirrnya.

Dan wajib bagimu untuk selalu jujur dan selalu adil dalam segala hal dan laksanakanlah amal yang sekiranya engkau dapat melanggengkannya/ mudawwamah dan sungguh telah bersabda RasuluLlah SAW amal yang paling disenangi/dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun hanya sedikit.

Dan RasuluLlah SAW juga telah bersabda ambilah dari amal apa yang engkau rasa mampu karena sesungguhnya Allah tidak akan berpaling hingga mereka berpaling. Dan sebagian dari kebiasaan syaithan dala menipu murid/orang yang sedang belajar menempuh jalan Allah, adalah mengajak mereka bergegas melakukan amal yang banyak dan tujuan syaithon dari yang demikian ini adalah agar kelak mereka)para murid) meninggalkan amal baik tersebut pada akhirnya, atau melakukannnya akan tetapi tidak sesuai dengan tuntutanyang seharusnya.

Maka kemudian dari beberapaa aurad/ wirid /zikir, yang dapat engkau lakkukan adalah memperbanyak shalat sunah, membaca Al-Qur'an, atau membaca ilmu, atau bertafakur. Kemudian kami terangkan beberapa adab, oleh karena itu seyogyanya bagi kamu memiliki wirid semisal shalat sunnah sebagai tambahan dari shalat- shalat sunah yang lain, yang ditentukan waktunya dan di dikira kirakan jumlahnya sekiranya akan dapat dilakukan secara terus menerus. Dan sungguh sebagian para Ulama salafushalih rahimahumuLlaah telah melaksanakan shalat dalam sehari semalam sebanyak 1000 reka'at seperti Imam Ali bin Husein ra. Dan sebagian dari mereka ada yang melaksanakan 500 reka'at, ada yang melaksanakan 300 reka'at dan lain sebagainya.

Dan ketahuilah sesungguhnya di bagi amalan shalat ada bentuk lahir dan hakekat bathinnya. Dan tiadalah shalat itu dihargai oleh Allah, hingga disempurnakan amaliah lahiriahnya dan hakikat bathiniahnya. Adapun kesempurnaan bentuk shalat adalah kesempurnaan rukun- rukunnya, dan etika/adab lahiriah dari berdirinya, pembacaan Al- Qur'annya, dan ruku'dan sujud dan tasbih dan sebagainya. Adapun hakekatnya adalah hadir bersama Allah, ikhlasnya niat, dan menjadikan Allah sebagai tujuan dan menghadap dengan kesungguhan kepada Allah demikian juga segenap hatinya ditujukan kepada Allah, dan hendaknya pikirannya dikonsentrasikan / tidak banyak memikirkan sesuatu maka dirinya tidak bercakap-cakap dengan selain perkara shalat. Dan seyogyanya beradab sebagimana adabnya orang yang sedang bermunajat/berbisik-bisik dengan Tuhannya.

telah bersabda RasuluLlah SAW,"sesunggunya orang yang shalat adalah orang yang sedang bermunajat kepada Tuhannya..

dan Nabi SAW telah bersabda,"apabila seorang hamba berdiri melaksanakan shalat, maka sesungguhnya Allah berhadapan dengannya dengan wajahNya.

dan sebaiknya ia tidak melaksanakan shalat shalat sunnah yang lain segingga ia telah melaksanakan amal sunnah yang telah dianjurkan oleh Nabi SAW secara sempurnna,

diantara shalat sunnah yang dianjurkan itu antara lain beberapa rekaat sebelum shalat maktubah/shalat wajib yang 5 waktu ataupun beberapa rekaat sedudahnya, dan diantaranya juga shalat witir yang termasuk shalat sunnah muakkad bahkan sebagian ulama mewajibkannya.

RasuluLlah SAW telah bersabda.- Sesungguhnya Allah Ta'ala ganjil dan senang dengan yang ganjil maka berwitirlah kamu semua wahai ahli Al-Qur'an.

Dan RasuluLlah SAW bersabda sesungguhnya witir adalah sesuatu yang haq/benar maka barang siapa yang tidak berwitir maka bukanlah golongan kami.

Dan banyaknya bilangan reka'at shalat witir adalah 11 reka'at sedangkan yang paling sedikit adalah hendaklah meringkas sampai tiga reka'at adapun pengerjaannya adalah pada akhir waktu malam bagi orang yang membiasakan diri mengerjakan shalat malam.

RasuluLlah SAW bersabda Jaadikanlah akhir shalat kamu sekalaian dengan shalat witir.

Dan bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan megerjakan shalat malam / qiyamul lail maka lebih utama mengerjakannya setelah habis shalat Isya.

Dan termasuk shalat sunah yang dianjurkan Nabi SAW adalah shalat dhuha dan dia/shalat dhuha adalah shalat yang banyak sekali manfaat dan barokahnya. Banyaknya bilangan reka'at adalah 8 reka'at dan ada pula yang mengatakan 12 reka'at. Dan paling sedikitnya adalah 2 rekaat.

Telah bersabda RasuluLlah SAW hendaklah kamu sekalian menjadikan seluruh anggota badan sebagai sedekah. Maka sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, dan setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah, dan setiap takbir adalah sedekah, dan setiap amar ma'ruf adalah sedekah, dan nahi mungkar adalah sedekah. Dan telah mencukupi dari yang demikian itu semua 2 reka'at yang dilakukan pada waktu dhuha.

Dan trermasuk shalat yang dianjurkan adalah shalat antara Maghrib dan Isya'. Adapun banyaknya adalah 20 rekaat, dan yang sedang adalah 6 reka'at.

RasuluLlah SAW telah bersabda Barangsiapa yang megerjakan shalat 2 reka'at antara maghrib dan Isya'maka Allah akan membangunkan baginya rumah di dalam surga.

Dan RasuluLlah bersabda Barang siapa mengerjakan shalat sunah setelah maghrib 6 reka'at dimana diantara keduanya dia tidak bercakap-cakap dengan sesuatu yang buruk maka yang demikian itu menyamai baginya dengan beribarah selama 12 tahun dengan menghidupkan saat antara maghrib dan isya'.

Dan sungguh telah datang banyak keterangan tentang fadhilah atau keutamaan shalat diantara Maghrib dan Isya'dan akan mencukupililah keterangan berikut ini yaitu bahwasanya Ahmad bin Abil Hawary ketika bermusyawarah dengan syaikhnya Abaa Sulaiman RohimahumaLloh, apakah lebih baik ia berpuasa pada siang hari ataukah mendirikan shalat diantara waktu maghrib dan isya', maka syaikh Abaa Sulaiman berkata,"kumpulkanlah keduanya-artinya laksanakan keduanya-.". Kemudian ia bertanya lagi,"aku tidak mampu melaksanakan keduanya, karena apabila aku berpuasa maka aku akan disibukkan dengan berbuka puasa pada saat itu". Maka Syaikh Abaa Sulaiman menjawab,"jikalau engkau tidak mampu untuk mengumpulkan keduanya, maka tinggalkanlah puasa dan hidupkanlah shalat diantara dua'Isya'(antara maghrib dan isya')".

Sayyidatina'Aisyah RA berkata,"tidaklah masuk RasuluLlah SAW ke kediaman saya setelah shalat Isya'yang akhir kecuali beliau SAW melaksanakan shalat empat reka'at atau enam reka'at dan

Beliau SAW bersabda,"empat reka'at yang demikian telah menyamai daripada Lailatul Qadar.

Dan suatu keharusan bagi kamu untuk mengerjakan Shalatul Lail/Shalat malam,
sungguh telah bersabda RasuluLlah SAW,"Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam".

Dan bersabda RasuluLlah SAW,"Keutamaan shalat malam dibandingkan dengan shalat pada waktu siang hari adalah seperti kelebihannya sedekah secara tersembunyi dibanding dengan sedekah secara terang- terangan".

Dan telah datang keterangan yang menyebutkan bahwa keutamaan sedekah secara tersmbunyi dibanding dengan sedekah secara terang- terangan adalah berlipat 70 lipatan dalam hal pahala dan keutamaannya.
Telah bersabda RasuluLlah SAW,"Bagi kamu sekalian untuk mengerjakan shalat malam karena sesungguhnya shalat malam itu adalah amalan orang-orang shaleh sebelum kamu sekalian, dan tempat bermuqorrobah bagi kamu sekalian kepada Tuhanmu, dan saat bertafakur akan maksiat yang dilakukan, dan membersihkan dari dosa, dan penolak penyakit dari jasad kamu sekalian".

Dan ketahuilah sesunggunya orang yang mendirikan shalat ba'da Isya'adalah sungguh telah menghidupkan seluruh malamnya. Dan telah terjadi pada sebagian Ulama salaf melaksanakan amalan shalat pada Awwal malam hari. Akan tetapi pengerjaannya pada saat setelah bangun tidur pada malam hari adalah lebih menghinakan syaithan dan menjadi perjuangan nafsu / mujahadatunnafsi dan sirr / rahasia yang sangat'ajaib, dia itulah shalat tahajjud dimana Allah telah memerintahkan RasulNya SAW untuk mengerjakannya dengan firmannya,
"Waminallaili fatahajjad bihii naafilatallak"
"Dan pada sebagian malam maka bertahajudlah sebagai amalan sunnah bagi Kamu".
Dan sesungguhnya Allah Ta'ala mencintai seorang hamba manakala ia bangun malam diantara keluarganya yang lain yang sedang tidur lalu ia mengerjakan shalat dan Allah memamerkannya kepada MalaikatNya dan Allah menghadapinya dengan WajahNya yang Mulia.

Dan ketahuilah sesungguhnya termasuk suatu keburukan apabila orang menginginkan Akhirat akan tetapi meninggalkan shalat malam. Maka bagaimana ? bahwa seorang murid-orang yang menginginkan sampai kepada Allah- bahwa ia senantiasa mengharapkan tambahan rahmat pada setiap waktunya,

telah bersabda RasuluLlah SAW,"Sesungguhnya pada setiap malam ada suatu saat yang apabila seorang hamba menjumpai saat itu kemudian ia meminta suatu kebaikan kepada Allah tentang urusan dunia maupun akhirat melainkan Allah akan memberikannya, dan yang demikian itu terjadi setiap malam HR Muslim.

Dan pada sebagian kitab Allah yang diturunkan,Allah Ta'ala berfirman,
"sungguh telah bohong orang yang mengaku mencintaiKu, apabila malam telah larut lantas ia tertidur dariKu. Bukankah setiap orang yang mencintai akan selalu ingin bersendirian dengan yang dicintainya".

Syaikh Ismail bin Ibrahim AL-Jibraani rahimahuLloohu berkata,"semua kebaikan akan terkumpul semuanya pada waktu malam"- tentu saja apabila digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT-.
RasuluLlah SAW bersabda yang artinya,"sesungguhnya Allah Ta'ala turun paad tiap-tiap malam ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiganya yang akhir.
Maka Allah Ta'ala berifrman,'Adakah yang berdo'a akan sesuatu niscaya akan ijabahi, dan adakah yang meminta ampunan kepadaKu maka akan Aku ampuni, dan adakah yang meminta sesuatu niscaya akan Aku beri, dan adakah orang yang bertaubat maka akan Aku beri taubat kepadanya yang demikian itu hingga terbit fajar".

Dan bagi orang yang'Aarif biLlah pada mendirikan shalat malam terdapat / merupakan tempat turunnya rahmat Allah / manziilaat yang sangat mulia, yang banyak sekali dan beberapa kehebatan rasa (Dzauq) yang sangat lembut yang dapat mereka rasakan di dalam hati mereka akan ni'matnya berdekatan dengan Allah dan lezatnya bersama-sama Allah dan manisnya bermunajah dan indahnya bercakap-cakap kepada Allah / Muhadastah.

Sebagian dari mereka / Aarifuun berkata,"seandainya ahli surga merasakan apa yang kami rasakan niscaya mereka merasakan hidup yang sangat menyenangkan".
Dan sebagian dari mereka Arifuun berkata,"sesungguhnya Ahlullail-orang yang ahli menghidupkan malamnya untuk beribadah kepada Allah-dalam menikmati malamnya seperti Ahlullahi-
orang yang senang bersendau gurau- dalam menikmati sendau guraunya". Dan berkata sebagian dari mereka para Arifuun,"semenjak empat puluh tahun tidak ada sesuatu yang mengecutkan hatiku kecuali munculnya fajar". Tentu saja nikmat yang demikian ini tidak akan terjadi kecuali setelah melalui usaha yang terus menerus dan menanggung penderitaan yang berat dalam menghidupkan ibadah di waktu malam, sebagaimana yang dikatakan oleh Utbatul Ghulam"telah datang malam selama dua puluh tahun dan selama itu pula aku merasakan kenikmatan"(Dan jika apa yang harus di laksanakan untuk mendirikan shalat malam/ibadah malam hari dan berapa reka'at sebaiknya shalat malam dilakukan ?). maka ketahuilah sesungguhnya RasuluLlah SAW tidak mengajarkan dalam shalat tahajud akan bacaan surah-surah tertentu, akan tetapi baik juga dilakukan dengan membacanya sedikit demi sedikit ketika berdiri melakukan shalat sehingga dapat khatam dalam satu bulan, atau kurang atau lebih tergantung dari kemampuan. Adapun bikangan reka'at maka banyaknya adalah sebagaimana RasuluLlah SAW mendirikan shalat malam yaiut 13 reka'at, dan yang sedang bisa 9 atau 7 reka'at. Akan tetapi kebanyakan yang diajarkan adalah 11 reka'at.

dan disunahkan ketika bangun dari tidur hendaklah engkau mengusap wajah dengan tangan seraya mengucapkan kalimat,"AlhamduliLlaahilladzii ahyanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaiHinnusyuur".
Yang artinya,"Segala puji bagi Allah yang telah manghidupkan aku setelah kematianku dan kepadaNyalah tempat kembali".
Dan kemudian membaca Inna fii kholqissamaawaati wal ardhi wakhtilaafillaili wannahaari la aayaatill li ulul albaab......dan seterusnya sampai akhir surah.
Kemudian setelah itu bangun dari tepat tidur lalu ber wudhu dengan wudhu yang sempurna, kemudian shalat dua rekaat secara ringkas (tidak terlalu panjang) syukril wudhu, kemudian shalatlah setelah itu delapan reka'at dengan memanjangkannya, dengan salam pada setiap dua reka'at atau setiap empat reka'at, atau sekaligus delapan reka'at dengan satu salam. Dan apabila masih dirasa mampu, maka berdirilah mengerjakan shalat sunah menurut kemampuanmu, kemudian shalatlah tiga reka'at dengan niat mengerjakan shalat witir dengan sekali salam atau dua kali salam. Dan bacalah pada rekaat awal surah Sabbihisma Robbikal A'la, dan reka'at kedua surah Qulyaa ayyuhal kaafiruun, dan rekaat yang ketiga surah Ikhlash dan Muawwidzatain

FASAL 5

Dan sebaiknya ada bagi kamu suatu wirid yaitu dengan membaca Kitab allah Yang Maha Mulia, dan engkau mengekalkan dalam membacanya setiap siang dan malam hari. Dan yang paling sedikit adalah jika engkau meringkasnya dengan membaca satu Juz setiap hari, maka dengan begitu setiap bulan bisa khatam satu kali. Dan di atas yang demikian adalah jika engkau mengkhatamkannya setiap tiga hari sekali.

Dan ketahuilah bahwa pada pembacaan Al-Qur'an terdapat faidah yang sangat besar dan bekas yang jelas dalam menjernihkan hati.

RasuluLlah SAW telah bersabda,
"Ibadah paling utama umatKu dadalah membaca Al-Qur'an".

Dan telah berkata Sayyidina'Aly KarromaLlahu Wajhah, yang artinya"Barang siapa membaca Al-Qur'an sedang ia dalam keadaan mendirikan shalat, maka pada setiap hurufnya dihitung sebagai 100 kebajikan. Dan baranga siapa membacanya dengan duduk dalam shalat, maka pada tiap huruf baginya 50 kebajikan. Dan barang siapa membacanya di luar shalat sedang ia dalam keadaan suci dari dari hadast dan najis maka pada tiap huruf baginya mendapat 25 kebajikan. Dan barang siapa yang membacanya dalam keadaan tidak bersuci, maka baginya akan mendapatkan 10kebajikan".

Dan takutlah bahwa keinginanmu dalam membaca hanya sebatas memperbanyak bacaan saja,tanpa memperhatikan tadbiir dan tartiilnya.
Dan keharusan bagi kamu ketika membacanya, haruslah dengan tadbiir, dan engkau juga faham akan isinya dan yang demikian itu menolong untuk dapat memahami maknanya dan dapat menghadirkan hatimu akan keagungan Mutakallim/Dzat yang berfirman yaitu Allah Ta'ala, dan sungguh engkau telah berada di hadapanNya dan sedang membaca kitabNya yang memerintahkan sesuatu kepadamu, dan Yang melarangmu akan sesuatu serta memberi nasihat kepadamu melalui firmanNya. Dan hendaknya ketika membaca ayat tentang tauhid dan tamjiid maka penuhilah hatimu dengan pengagungan kepada Allah dan Ta'dhiim kepadaNya. Dan ketika membaca ayat yang berisi janji dan ancaman maka penuhilah hati dengan perasaan takut dan harap kepadaNya. Dan ketika membaca ayat tentang perintah Nya dan besarnya kekuasaanNya, maka penuhilah hati dengan perasaan banyaknya kekurangan yang telah diperbuat dan perlu meminta ampun kepadaNya.

Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Al-Qur'an adalah laksana lautan yang sangat luas, dimana dari dalamnya akan keluar mutiara ilmu yang sangat berharga dan jalan kepada kefahaman. Maka barang siapa yang telah dibukakan jalan kefahaman maka akan abadilah keterbukaan hatinya dan akan sempurnalah nuurnya dan akan menjadi luas ilmunya, maka baginya tidak akan berpaling darinya / Al-Qur'an baik siang maupun malam karena sungguh ia telah sampailah ia akan tujuannya dan sungguh telah mendapatkan apa yang dicarinya. Dan yang demikian inilah sifat dari murid yang benar / shidiq

Telah berkata Syaikh Abu Madyan RA."Belumlah sempurna seorang murid dalam ke-muridannya sehingga ia mendapati ada dalam Al-Qur'an apa-apa yang ia inginkan. Dan wajib bagi kamu untuk menghafal beberapa surah dan ayat memang telah diterangkan di dalam sunnah akan keutamaannya, diantaranya engkau membacanya pada tiap malam Alif Laam Miim -Sajjdah- dan tabaarokal mulku, dan surah waqiah dan AmanaRrosuulu hingga akhir surah, dan surrah Ad-Dukhoon pada malam senin dan Jum'at, dan surah Kahfi pada hari Jum'at beserta malamnya, dan jika memungkinkan maka bacalah beberapa surah munjiyat yang tujuh pada tiap-tiap malam, maka yang demikian ini adalah keutamaan yang sangat besar. Dan juga diantaranya hendaklah engkau baca pada waktu pagi dan sore hari yaitu awwalnya surah Hadiid dan akhir surat Chasyr, dan surah Al-Ikhlash, dan Muawwidzatain masing-masing tiga kali, dan demikian pula engkau baca surah Al-Ikhlash dan Muawwidzatain ketiak hendak tidur beserta ayat kursy dan Qul Yaa ayyuhal kaafiruun, dan jadikan ia kalimat yang terakhir yang engkau ucapkan.Dan Allahlah yang berfirman dengan kebenaran, dan Ia lah yang menunjukkan kepada jalan kebenaran..

FASAL 6

Dan seharusnyalah bagi kamu memiliki wirid/ amalan yaitu mempelajari atau membaca Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang akan menambah pengetahuanmu (ma'rifatmu) akan Dzat Allah dan sifatNya dan Af'al /perbuatanNya, dan dengan ilmu tersebut engkau akan mengetahui perintah - perintahNya yang mendorongmu untuk ta'at kepadaNya, serta larangan-laranganNya yang mencegahmu untuk bermaksiat kepadaNya, sehingga yang demikian itu akan menyebabkan kamu zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat. Dan dengan Ilmu yang bermanfaat tersebut akan memperlihatkanmu akan Aib atau cacat dirimu dan akan dapat diketahui bahaya hasil perbuatanmu, serta tipudaya musuh-musuhmu. Maka yang demikian inilah Ilmu yang bermanfaat yang tertera di dalam Kitab Allah dan Sunnah Rasul SAW, dan kitab para Aimmah atai para imam pemimpin umat.

Dan Imam Al-Ghazali telah mengumpulkannya dalam kitabnya yang sangat mulia (Ihya'Ulumuddin), yang sangat besar faidahnya bagi orang yang memiliki Bashiirah/ mata hati dan gemar akan Ilmu agama dan keyakinan yang sempurna, maka bersungguh-sungguh mereka dalam mempelajari kitab tersebut, demikian juga bagi kamu jika kamu benar bersungguh-sungguh ingin menempuh jalan akhirat, dan berkeinginan untuk sampai / wushul kepada martabat hakikat. Dan sungguh kitab tersebut dijadikan rujukan para ahli pencari hakikat yaitu para sufi dan mereka memperoleh faidah yang sangat besar dalam waktu yang relatif singkat, semua karena berkah Al-Imaam Al- ghazaali ra.

Dan seharusnyalah bagi kamu memperbanyak membaca kitab hadits dan tafsir dan mempelajari kitab yang umum/kebanyakan dipelajari oleh para alim ulama, karena yang demikian itu akan dapat membukakan hati dan jalan yang sempurna menuju kedekatan dengan Allah seperti yang dikatakan sebagian Arifiin. Akan tetapi hendaklah berhati- hati apabila menelaah beberapa risalah yang membahas masalah- masalah yang sangat halus/lembut dan masalah hakikat dengan belajar sendiri tanpa didampingi seorang guru / Syaikh pemimbing, dan masalah yang demikian ini banyak dijumpai dari risalah-risalah yang di karang oleh beberapa pengarang seperti Syaikh Muhammad'Arabi dan beberapa risalah dari Al-Imam Al-Gazali RA seperti kitab Al-Ma'aarij.

Apabila ada orang yang berkata,"sesungguhnya tidak mengapa bagi kami mempelajari kitab- kitab tersebut karena sesungguhnya kami hanya mengambil apa-apa yang kami faham atasnya dan beriman terhadap apa yang tidak kami fahami dari kitab tersebut",
maka jawabannya adalah"sesungguhnya dihawatirkan bagimu bahwa apa yang engkau fahamkan dari kitab tersebut tidak sama denagn apa yang dikehendaki oleh pengarangnya maka akan menjadi tersesat dari jalan yang benar, seperti yang terjadi pada beberapa kaum yang muthala'ah kitib-kitab tersebut tanpa pembimbing seorang Syaikh maka menjadi Zindiq dengan pernyataan mereka mengenai hulul dan ittihaad (manunggaling kawulo gusti) - penyatuan antara hamba dengan TuhanNya......
Na'udzubiLlahi min dzalik.

Sumber beografi :
http://ilovehasnibiografi.blogspot.com
Sumber terjemahan :
http://alhikamussalaffiyyah.blogspot.com

ALLAHU A'LAMU BISHOWAB WALLAHUL MUSTA'AN
dan yang mau download file pdf nya silahkan download dibawah...

TERJEMAHAN RISALAH AL MU'AWWANAH.PDF
DOWNLOAD NOW

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar


 
Kembali ke Atas